Hari 5: Pasal 10 - SUARA DI PADANG BELANTARA
27 Agustus 2026 · Hari 5

Hari 5: Pasal 10 - SUARA DI PADANG BELANTARA

Halaman 95-96 | Pasal 10, Paragraf 29-35 | KSZ1 95.1-KSZ1 96.1

Ayat Inti

Yohanes 1:23

Yesus Kristus adalah pusat pengharapan dan keselamatan.

Pelajaran

Minggu 8 membaca Bab 10: Suara di Padang Belantara. Bacaan ini menolong jemaat memusatkan perhatian kepada kehidupan, karakter, pelayanan, pengorbanan, dan misi Kristus tanpa memuat ulang isi buku secara penuh.

Doa

Tuhan Yesus, tuntun kami mengenal-Mu lebih dalam melalui bacaan minggu ini dan mampukan kami membagikan pengharapan-Mu dengan kasih. Amin.

Teks Lengkap

KSZ1 95.1 Yohanes belum mengerti betul sifat kerajaan Mesias itu. Ia mengharap bahwa Israel akan dilepaskan dari musuh-musuh bangsanya; tetapi kedatangan seorang Raja dalam kebenaran, dan penetapan Israel sebagai suatu bangsa yang suci, merupakan tujuan harapannya yang besar itu. Demikianlah ia percaya akan digenapkannya nubuatan yang diberikan pada waktu ia lahir,

KSZ1 95.2 “Dan mengingat akan perjanjian-Nya yang kudus. .. ”

KSZ1 95.3 Supaya kita, terlepas dari tangan musuh, dan dapat beribadah kepadaNya tanpa takut, dalam kekudusan dan kebenaran di hadapan-Nya seumur hidup kita.”

KSZ1 95.4 Ia melihat bangsanya tertipu, merasa puas akan diri sendiri, dan tidur dalam dosa-dosanya. Ia ingin membangunkan mereka kepada cara hidup yang lebih suci. Kabar yang telah diberikan Allah kepadanya supaya disiarkan, dimaksudkan untuk mengejutkan mereka dari kelalaiannya dan membikin mereka gemar karena kejahatannya yang besar itu. Sebelum benih Injil dapat ditanamkan, tanah hati itu mesti dihancurkan. Sebelum mereka mencari kesembuhan dari Yesus mereka wajib disadarkan lebih dahulu akan bahaya mereka dari luka-luka dosa.

KSZ1 95.5 Allah tidak mengutus pesuruh untuk memuji-muji orang berdosa. Ia tidak memberikan kabar damai, untuk membuai orang-orang yang belum disucikan ke dalam keamanan maut, Ia meletakkan beban berat di atas angan-angan hati orang yang bersalah, serta menusuk jiwa dengan anak panah keyakinan. Malaikat-malaikat yang melayani menghadapkan kepadanya hukuman Allah yang mengerikan untuk memperdalam rasa keperluan, serta mendorong orang itu berseru “Apakah yang harus aku perbuat, supaya aku selamat?” Kemudian tangan yang telah merendahkan ke dalam abu itu mengangkat orang yang bertobat itu. Suara yang telah menempelak dosa, dan mendatangkan malu kepada kecongkakan dan sifat suka mencari nama, bertanya dengan belas kasihan yang selembutlembutnya, “Apakah kau kehendaki Kuperbuat padamu?”

KSZ1 95.6 Ketika pekerjaan Yohanes mulai, bangsa itu sedang berada dalam keadaan gelisah dan rasa tidak puas, di pinggir api revolusi. Setelah Arkhelaus dipecat, Yudea telah berada langsung di bawah kekuasaan Roma. Kelaliman dan pemerasan yang dilakukan oleh gubemur-gubernur Romawi, dan usaha mereka yang kuat dan tetap hendak memasukkan segala lambang dan kebiasaan kafir, mengobarkan api pemberontakan, yang telah dipadamkan dalam darah beribu-ribu pahlawan Israel. Semuanya ini mempertebal kebencian nasional terhadap Roma, serta menambahkan kerinduan hendak dibebaskan dari kuasanya.

KSZ1 96.1 Di tengah pertikaian dan pergolakan itu, suatu suara terdengar dari padang belantara, suatu suara yang mengagetkan dan keras, namun penuh harapan: “Bertobatlah, sebab kerajaan surga sudah dekat.” Dengan suatu kuasa yang baru dan asing digerakkannya hati bangsa itu. Nabi-nabi telah menubuatkan kedatangan Kristus sebagai suatu peristiwa yang masih jauh di masa depan; tetapi di sinilah suatu pengumuman yang mengatakan bahwa kedatangan itu sudah dekat. Munculnya Yohanes secara istimewa itu membawa pikiran para pendengarnya kepada pelihatpelihat dahulu kala. Dalam cara-cara serta pakaiannya ia menyerupai nabi Elia. Dengan roh dan kuasa Elia ditegurnya kebejatan bangsa itu dan ditempelaknya dosa-dosa yang telah merajalela. Perkataannya tegas, tajam, dan meyakinkan. Banyak orang percaya bahwa ialah seorang dari nabi-nabi yang bangkit dari antara orang mati. Seluruh bangsa itu tergerak hatinya. Berduyun-duyun orang pergi ke padang belantara.

ONEVOICE27 - MISSION FOR ALL

27 Agustus 2026 | Hari 5
Hari 5: Pasal 10 - SUARA DI PADANG BELANTARA

Bacaan Hari Ini:
Kerinduan Segala Zaman
Pasal 10 - SUARA DI PADANG BELANTARA
Halaman 95-96 | Pasal 10, Paragraf 29-35 | KSZ1 95.1-KSZ1 96.1

Ayat Inti:
Yohanes 1:23
Yesus Kristus adalah pusat pengharapan dan keselamatan.

Pelajaran:
Minggu 8 membaca Bab 10: Suara di Padang Belantara. Bacaan ini menolong jemaat memusatkan perhatian kepada kehidupan, karakter, pelayanan, pengorbanan, dan misi Kristus tanpa memuat ulang isi buku secara penuh.

Baca:
https://onevoice27.my.id/bacaan-harian/minggu-8-hari-5-2026-08-27

Teks Lengkap:

Yohanes belum mengerti betul sifat kerajaan Mesias itu. Ia mengharap bahwa Israel akan dilepaskan dari musuh-musuh bangsanya; tetapi kedatangan seorang Raja dalam kebenaran, dan penetapan Israel sebagai suatu bangsa yang suci, merupakan tujuan harapannya yang besar itu. Demikianlah ia percaya akan digenapkannya nubuatan yang diberikan pada waktu ia lahir, [KSZ1 95.1]

“Dan mengingat akan perjanjian-Nya yang kudus. .. ” [KSZ1 95.2]

Supaya kita, terlepas dari tangan musuh, dan dapat beribadah kepadaNya tanpa takut, dalam kekudusan dan kebenaran di hadapan-Nya seumur hidup kita.” [KSZ1 95.3]

Ia melihat bangsanya tertipu, merasa puas akan diri sendiri, dan tidur dalam dosa-dosanya. Ia ingin membangunkan mereka kepada cara hidup yang lebih suci. Kabar yang telah diberikan Allah kepadanya supaya disiarkan, dimaksudkan untuk mengejutkan mereka dari kelalaiannya dan membikin mereka gemar karena kejahatannya yang besar itu. Sebelum benih Injil dapat ditanamkan, tanah hati itu mesti dihancurkan. Sebelum mereka mencari kesembuhan dari Yesus mereka wajib disadarkan lebih dahulu akan bahaya mereka dari luka-luka dosa. [KSZ1 95.4]

Allah tidak mengutus pesuruh untuk memuji-muji orang berdosa. Ia tidak memberikan kabar damai, untuk membuai orang-orang yang belum disucikan ke dalam keamanan maut, Ia meletakkan beban berat di atas angan-angan hati orang yang bersalah, serta menusuk jiwa dengan anak panah keyakinan. Malaikat-malaikat yang melayani menghadapkan kepadanya hukuman Allah yang mengerikan untuk memperdalam rasa keperluan, serta mendorong orang itu berseru “Apakah yang harus aku perbuat, supaya aku selamat?” Kemudian tangan yang telah merendahkan ke dalam abu itu mengangkat orang yang bertobat itu. Suara yang telah menempelak dosa, dan mendatangkan malu kepada kecongkakan dan sifat suka mencari nama, bertanya dengan belas kasihan yang selembutlembutnya, “Apakah kau kehendaki Kuperbuat padamu?” [KSZ1 95.5]

Ketika pekerjaan Yohanes mulai, bangsa itu sedang berada dalam keadaan gelisah dan rasa tidak puas, di pinggir api revolusi. Setelah Arkhelaus dipecat, Yudea telah berada langsung di bawah kekuasaan Roma. Kelaliman dan pemerasan yang dilakukan oleh gubemur-gubernur Romawi, dan usaha mereka yang kuat dan tetap hendak memasukkan segala lambang dan kebiasaan kafir, mengobarkan api pemberontakan, yang telah dipadamkan dalam darah beribu-ribu pahlawan Israel. Semuanya ini mempertebal kebencian nasional terhadap Roma, serta menambahkan kerinduan hendak dibebaskan dari kuasanya. [KSZ1 95.6]

Di tengah pertikaian dan pergolakan itu, suatu suara terdengar dari padang belantara, suatu suara yang mengagetkan dan keras, namun penuh harapan: “Bertobatlah, sebab kerajaan surga sudah dekat.” Dengan suatu kuasa yang baru dan asing digerakkannya hati bangsa itu. Nabi-nabi telah menubuatkan kedatangan Kristus sebagai suatu peristiwa yang masih jauh di masa depan; tetapi di sinilah suatu pengumuman yang mengatakan bahwa kedatangan itu sudah dekat. Munculnya Yohanes secara istimewa itu membawa pikiran para pendengarnya kepada pelihatpelihat dahulu kala. Dalam cara-cara serta pakaiannya ia menyerupai nabi Elia. Dengan roh dan kuasa Elia ditegurnya kebejatan bangsa itu dan ditempelaknya dosa-dosa yang telah merajalela. Perkataannya tegas, tajam, dan meyakinkan. Banyak orang percaya bahwa ialah seorang dari nabi-nabi yang bangkit dari antara orang mati. Seluruh bangsa itu tergerak hatinya. Berduyun-duyun orang pergi ke padang belantara. [KSZ1 96.1]